Penasaran Mau Eksplorasi Keindahan Suku Baduy?

Pernah kamu tertarik buat eksplorasi keindahan suku Baduy? Iyap, suku yang berada di daerah Lebak Banten ini memang masih memegang teguh buday, terlihat dari baju yang mereka kenakan dan juga kesehariannya. Hal yang unik adalah kamu akan belajar hal baru dari suku yang terkenal dengan kebiasaannya jalan kaki hingga Jakarta untuk menjual hasil buminya seperti Madu yang sangat terkenal kualitasnya.
Kalo kamu merasa bosen dengan kesibukan di Ibukota, tentu sekarang waktunya kamu lakukan sesuatu yang baru, misalnya eksplorasi keindahan suku Baduy. Kedengaran unik ya? Jaraknya deket kok. Anyway, pastikan kamu eksplor Baduy bersama Tour Leader ya, karena selain mereka udah kenal, kamu udah gag perlu mikir makan apa selama bermalam disana.

Keindahan Suku Baduy
Suku Baduy Luar

Boleh tau rute eksplorasi keindahan suku Baduy?

Keindahan Suku Baduy
Stasiun Rangkasbitung

Dari Jakarta, kamu bisa naik kereta jurusan Tanah Abang – Rangkasbitung sebagai awal dari eksplorasi keindahan suku Baduy. Perjalanan selama 2 jam akan membawamu ke Rangkasbitung sebagai tujuan akhir sebelum melanjutkan perjalanan. Sesampainya di Stasiun, kamu bisa gunakan mobil elf ke Desa Cibolegar, yang terkenal sebagai basecamp terakhir sebelum mulai trekking ke perkampungan Baduy.
Keindahan Suku Baduy
Desa Cibolegar

Uniknya, kamu bisa siapkan bekal dengan belanja di Alfamart yang memang ada di Cibolegar ini. Adanya patung sebagai ikon disini seolah menyambutmu yang siap lakukan eksplorasi keindahan suku Baduy. Jangan khawatir juga, karena ada warung makan dan kamu bisa isi perut dulu. Setelah itu, siap-siap lagi dan pastikan gag ada barang yang ketinggalan sebelum mendaki lho.

Gimana rasanya perjalanan mengeksplorasi keindahan suku Baduy?

Perjalanan eksplorasi keindahan suku Baduy dimulai dari Cibolegar dan kamu akan memasuki kawasan baduy luar, mereka yang mulai beradaptasi dengan teknologi modern seperti Handphone, alas kaki dan bahkan mereka menggunakan kendaraan saat berpergian (orang Baduy dalam dilarang melakukan itu semua).

keindahan suku baduy
Wanita Baduy

Perkampungan Baduy luar terlihat unik dan tertata rapi dengan jalanan berbatu yang mulai menanjak. Sesekai kamu harus menyeberangi sungai kecil. Perjalanan berlangsung selama sekitar 2 jam hingga kamu tiba di perbatasan baduy dalam dan luar yang ditandai dengan adanya jembatan kayu yang cukup panjang.
FYI, di Baduy luar kamu masih boleh memotret dan menggunakan peralatan elektronik. Namun setelah menyeberang jembatan, pastikan kamu matikan semua peralatanmu karena itu dilarang. Seandainya kamu sengaja mengambil gambar, menurut warga setempat, akan ada hal buruk menimpa. Jadi lebih baik patuhi aja aturannya, toh kamu sebagai tamu harus hormati tuan rumah dong!
keindahan suku baduy
Jembatan pembatas

Setelah jembatan, kamu harus berjalan lagi kurang lebih 2 jam dengan rute yang lebih menantang, mirip saat kamu naik gunung. Bahkan ada juga rute yang dikenal dengan ‘tanjakan setan’ karena cukup curam dan kamu harus berhati-hati. Sekali lagi, eksplorasi keindahan suku baduy ini perlu semangat dan tenaga ekstra lho!

Menginap di rumah suku Baduy

Taraaa. Akhirnya sampai juga di desa Cikeusik, yang merupakan desa terdekat suku Baduy dalam (ada lagi Desa Cibeo dan Desa … yang letaknya lebih jauh). Para pengunjung paling sering tinggal disini karena letaknya yang terdekat. Sesampainya di rumah salah seorang warga, kamu harus mengikuti semua aturan yang berlaku. Mau gag mau.
Eksplorasi keindahan suku baduy ini berarti kamu harus mematuhi hal-hal berikut ini :

Dilarang menggunakan bahan kimia (sabun, pasta gigi, shampoo, dll)

Jaga kebersihan dan pastikan kamu bawa pulang sampahmu (kadang disediakan trashback)

Dilarang menggunakan peralatan elektronik. Penerangan akan diberikan tuan rumah

Sopan dan rapi

Lakukan aktivitas MCK di sungai karena gag ada toilet

Kearifan suku Baduy emang terbukti dengan mereka yang sangat menjaga alam mereka. Begitu kamu selesai membersihkan diri, pastikan kamu banyak ngobrol dengan tuan rumah karena mereka pasti akan merasa dihormati kamu sebagai pendatang. Jangan khawatir karena mereka juga bisa bahasa Indonesia, terutama buat kamu yang gag bisa bahasa sunda.
Tuan rumah juga nawarin kopi lokal dengan gula aren yang rasanya gag kalah nikmat dengan kopi pada umumnya. Kadang juga mereka akan menawarkan aksesoris berupa gelang maupun madu khas Baduy yang dijual seharga 50 ribu, kalau di Jakarta mereka bisa jual sampai 250 ribu (CMIIW).
Ngobrol sampai larut malam akan jadi aktivitas yang menyenangkan karena mereka akan sangat terbuka. Tukar pikiran tentang makanan, keseharian mereka dan obrolan santai lainnya. Bahkan mereka sampai cerita kalau ke Jakarta berjalan kaki selama 3 hari itu udah biasa. Ke Bandung? Sekitar seminggu dan itu bukan masalah. Tentu saja akan jadi problem buatmu yang terbiasa dengan kendaraan.
Selain itu mereka juga sama sekali hidup tanpa alas kaki kemanapun. Sehingga kalau masuk rumah, mereka udah sediakan semacam keset buat bersihkan kaki yang terkena lumpur atau tanah. Unik ya? Kehidupan yang selaras dengan alam masih dijaga dengan ketat.

keindahan suku baduy
Bersama Seorang Baduy Dalam

Keesokan harinya kamu bisa bersiap pulang dan pamitan dengan tuan rumah. Sembari pulang kamu akan ditunjukkan rumah Pu’un atau tetua adat suku Baduy sambil mengambil rute yang berbeda. Walapun beda, tetap aja perjalanan akan makan waktu sekitar 3-4 jam. Hal yang harus kamu ingat waktu pulang adalah jadwal kereta ke Tanah Abang. Kereta dijadwalkan berangkat jam 4 sore jadi pastikan kamu sampai di Cibolegar sekitar jam 1-2 karena perjalanan dengan Elf butuh waktu 1-2 jam.
Itu dia perjalanan 2 hari semalam mengeksplorasi keindahan suku Baduy yang pastinya gag terlupakan. Sebuah suku di Indonesia yang masih mempertahankan tradisi bahkan tanpa peralatan modern (Baduy Dalam) hingga saat ini. Patut diacungi jempol dan setidaknya kamu akan bersyukur betapa beragamnya Indonesia ini.
keindahan suku baduy
Alam yang asri (https://travel.kompas.com/)

Jadi, tertarik mengeksplorasi suku Baduy?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.